Mendorong Kemandirian Ibu-Ibu Triwidadi : Langkah Nyata Menuju Koperasi Profesional

Daftar Isi


Suasana hangat menyelimuti Kalurahan Triwidadi, Kapanewon Pajangan, Kabupaten Bantul pada Sabtu (21/2/2026). Anantiyo Widodo, selaku Koordinator Wilayah Program Desa Berdaya Rumah Zakat untuk wilayah DIY, Jawa Tengah bagian Selatan, Aceh, dan Sumatera Barat, hadir secara langsung dalam acara buka puasa bersama yang diselenggarakan oleh Pra Koperasi Sejahtera Triwidadi. Momentum ini bukan sekadar ajang silaturahmi, melainkan juga bentuk syukur atas perkembangan kelompok usaha lokal tersebut.

Pra Koperasi Sejahtera Triwidadi sendiri merupakan kelompok usaha yang lahir dari inisiasi Rifai Yusuf, fasilitator Rumah Zakat di Kalurahan Triwidadi. Kelompok ini beranggotakan para ibu tangguh yang kini telah memiliki unit usaha mandiri. Dalam laporannya, Rifai Yusuf menyampaikan bahwa pra koperasi ini telah berhasil mengelola sistem simpan pinjam dengan baik serta konsisten melaksanakan pendampingan usaha. Tidak hanya fokus pada aspek ekonomi, para anggota juga rutin mengikuti pembinaan usaha, taklim, serta berbagai kegiatan sosial bersama.

Melihat capaian tersebut, Anantiyo Widodo menyampaikan apresiasi mendalam atas pertumbuhan pesat Pra Koperasi Sejahtera Triwidadi. Ia menilai keberhasilan ini tercermin dari peningkatan jumlah anggota yang signifikan, keberagaman program kerja, serta antusiasme tinggi yang ditunjukkan para ibu dalam setiap kegiatan. Menurutnya, semangat kolektif ini menjadi fondasi kuat bagi kemandirian ekonomi di tingkat kalurahan.

Lebih lanjut, Anantiyo menyoroti efektivitas pengelolaan dana insentif dalam program Rumah Zakat di Kalurahan Triwidadi. Ia memuji peran fasilitator yang mampu memberikan pendampingan komprehensif, mulai dari pemantauan (monitoring), evaluasi berkala, hingga konsultasi bisnis. Langkah-langkah strategis ini dianggap krusial untuk memastikan setiap usaha kelompok berjalan pada jalur yang benar dan mampu bertahan di tengah persaingan pasar.

Langkah Menuju Profesionalitas: Transformasi Menjadi Koperasi

Sebagai langkah pengembangan ke depan, Anantiyo Widodo menekankan pentingnya peningkatan upaya Pendidikan Usaha atau Social Enterprise. Ia mendorong adanya perancangan kerangka kelembagaan yang lebih formal agar unit usaha ini dapat dikelola secara profesional dan berkelanjutan sebagai bisnis sosial. Target utamanya adalah mentransformasi status kelompok ini dari Pra Koperasi menjadi Koperasi yang berbadan hukum resmi.

Melalui penguatan kelembagaan ini, diharapkan manfaat yang dirasakan para anggota tidak hanya berhenti pada skala rumah tangga, tetapi mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat Pajangan dan sekitarnya.

Posting Komentar

advertise