Fakultas Pinggir Jalan : Kuliah S3 dari Balik Kemudi

Daftar Isi

Siapa sangka kabin mobil bisa berubah menjadi ruang sidang akademik yang sakral ? Hari ini (26/08/2025), agenda rapat, perpindahan lokasi dan jadwal kuliah S3 berbenturan di titik yang tidak terduga. Alhasil, saya harus melakukan "interupsi" dalam perjalanan. Mobil segera saya tepikan di area yang aman, mesin dimatikan sejenak, dan ritual dimulai : membuka laptop, mencari posisi duduk paling ergonomis di kursi pengemudi, lalu melakukan ritual sakral "berburu sinyal" demi sebuah tautan Zoom Meeting.

Ada sisi humor yang menggelitik saat kamera mulai menyala. Di layar, saya tampak rapi dengan baju formal dan ekspresi serius, seolah-olah sedang duduk di ruang kantor yang tenang. Padahal, jika kamera sedikit saja melirik ke samping, yang terlihat adalah botol air mineral dan tas kerja yang setia menemani di jok penumpang. Ketika dosen atau rekan mahasiswa bertanya, "Pak Anantiyo ada di kantor?" Saya hanya tersenyum dan menjawab, "Saya sedang di fakultas paling strategis hari ini, Fakultas Pinggir Jalan!" Sebuah pengingat bahwa di era digital, kursi mobil pun bisa menjadi gaming chair dadakan untuk bertarung di dunia pemikiran.

Namun, di balik tawa itu, ada pelajaran hidup yang mendalam tentang sebuah komitmen. Menepi untuk presentasi bukan sekadar urusan teknis, melainkan bentuk penghormatan terhadap ilmu yang sedang dikejar. Sebagai seorang pemimpin perusahaan sekaligus kepala keluarga dengan empat anak, waktu adalah aset yang paling mahal. Kejadian hari ini membuktikan bahwa hambatan jarak dan lokasi hanyalah masalah teknis bagi mereka yang memiliki tekad baja. Kita tidak perlu menunggu kondisi sempurna untuk melangkah, kita hanya perlu beradaptasi dan menciptakan peluang di mana pun kita berada.

Pelajaran besarnya adalah tentang fleksibilitas dan ketangguhan mental. Menempuh pendidikan doktoral di tengah kesibukan mengelola FAT Group dan berbagai amanah lainnya adalah ujian konsistensi. Mobil yang berhenti sejenak di bahu jalan ini adalah simbol bahwa terkadang kita perlu "ngerem" sejenak dari hiruk-pikuk urusan duniawi untuk mengisi amunisi intelektual. Kita berhenti bukan karena menyerah, melainkan untuk memastikan bahwa perjalanan menuju gelar Doktor tetap berada di jalur yang tepat (dan di sinyal yang kuat).

Untuk rekan-rekan yang juga sedang berjuang menyeimbangkan banyak peran, tetaplah semangat. Jangan biarkan sempitnya ruang atau terbatasnya waktu memadamkan api keinginan untuk belajar dan memenuhi tanggungjawab. Jika hari ini Anda harus presentasi dari dalam mobil, atau belajar di sela-sela kesibukan yang padat, ingatlah bahwa setiap tetes keringat dan setiap perjuangan mencari hotspot adalah investasi untuk masa depan yang lebih cerah. Hasil tidak akan pernah mengkhianati proses yang gigih, meski proses itu harus dilakukan dari balik kemudi di pinggir jalan raya.

Posting Komentar

advertise