Beda Jangkauan, Satu Tujuan
Sore itu di pelataran Masjid Nabawi, saya berdiri berdampingan dengan seorang sahabat dari Uzbekistan yang tubuhnya jauh lebih tinggi. Jika dilihat sekilas, perbedaan kami begitu jelas, langkahnya panjang, sementara langkah saya terasa lebih pendek. Namun di tempat yang penuh ketenangan itu, saya justru mendapat satu pelajaran sederhana, kami berdiri di tempat yang sama, menghadap arah yang sama, dengan tujuan yang sama.
Bukankah hidup juga demikian? Ada orang yang sekali melangkah sudah sejauh dua langkah kita. Ada yang terlihat lebih cepat sampai di titik tertentu. Sementara sebagian dari kita harus berjalan lebih lama, lebih pelan, dan lebih sering berhenti untuk menarik napas.
Sering kali kita merasa tertinggal, seolah perjalanan orang lain lebih mudah. Padahal garis akhir tidak pernah menilai seberapa panjang langkah kita, melainkan seberapa setia kita melangkah. Menjelang finis, yang paling berat bukan jaraknya, tetapi godaan untuk berhenti.
Saat tenaga mulai menipis, pikiran mulai lelah, dan keraguan datang pelan-pelan, di situlah perjuangan sebenarnya terjadi. Bukan lagi soal kemampuan, tetapi soal keputusan, berhenti atau bertahan sedikit lagi. Perbedaan jangkauan bukanlah jurang, melainkan pengingat bahwa setiap orang memiliki ritme perjuangannya sendiri.
Kita tidak harus berjalan dengan cara yang sama untuk sampai ke tujuan yang sama. Yang terpenting bukan menjadi yang paling cepat, tetapi menjadi yang tidak berhenti. Jika hari ini langkah terasa kecil, tetaplah berjalan. Jika perjalanan terasa berat, tetaplah melangkah. Karena setiap langkah, sekecil apa pun, tetap membawa kita lebih dekat.
Dan jika saat ini kamu sedang berada di ujung perjuangan, tugas yang tinggal beberapa jam lagi, pekerjaan yang hampir selesai, atau target yang sudah begitu dekat. Ingatlah satu hal, kamu tidak perlu menjadi sempurna, kamu hanya perlu menyelesaikannya.
Tarik napas. Tenangkan hati. Fokus pada satu langkah berikutnya. Jangan biarkan kelelahan di menit terakhir mencuri kemenangan yang sudah kamu perjuangkan begitu lama. Sedikit lagi. Hanya sedikit lagi.
Karena sering kali, perbedaan antara berhasil dan menyerah bukan pada kemampuan, tetapi pada keputusan untuk bertahan satu langkah terakhir. Maka tetaplah duduk, tetaplah berusaha, tetaplah menyelesaikan.
Sebab ketika kamu menoleh nanti, kamu akan bersyukur karena tidak berhenti tepat sebelum garis akhir terlihat. Dan di titik itu kamu akan sadar, perjuangan ini memang tidak mudah, tetapi kamu cukup kuat untuk menuntaskannya.


Posting Komentar