Pertemuan Inspiratif Bersama Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia
Makassar — 25 Juli 2025 menjadi salah satu momen berharga dalam perjalanan pengabdian di bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia bagi Muhamad Anantiyo Widodo, SE., MM., Ketua Yayasan Fi Ahsani Taqwim, dosen manajemen, sekaligus mahasiswa doktoral Ilmu Manajemen. Dalam rangkaian kegiatan Musyawarah Nasional (Munas) JSIT Indonesia yang diselenggarakan di Kota Makassar, beliau berkesempatan berdiskusi secara langsung dengan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Prof. Ir. Yassierli, S.T., M.T., Ph.D.
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban tersebut terjadi secara tidak direncanakan di sela agenda Munas, di mana keduanya bermalam di hotel yang sama, bahkan kamar yang bersebelahan. Momentum sederhana ini justru menghadirkan dialog yang sarat makna, menggambarkan bahwa ruang kolaborasi seringkali lahir dari pertemuan yang tulus dan niat yang sama untuk memajukan bangsa.
Diskusi yang terbangun mengangkat tema besar tentang masa depan ketenagakerjaan Indonesia dan peran strategis dunia pendidikan dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul. Salah satu poin utama yang dibahas adalah bagaimana para pegiat pendidikan dapat terlibat secara aktif dalam proses penyusunan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Keterlibatan ini menjadi penting agar kurikulum yang diterapkan di sekolah dan lembaga pelatihan benar-benar selaras dengan kebutuhan riil dunia kerja, sehingga lulusan tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga kompetensi yang relevan dan siap pakai.
Selain itu, perbincangan juga menyoroti pentingnya sinergi antara program pelatihan berbasis kompetensi dan sertifikasi yang didorong oleh Kementerian Ketenagakerjaan dengan institusi pendidikan formal maupun nonformal. Integrasi ini diyakini mampu menjadi jembatan yang memperkuat kesiapan peserta didik sebelum memasuki dunia kerja, sekaligus meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia di tingkat nasional maupun global.
Dalam kesempatan tersebut, Muhamad Anantiyo Widodo menyampaikan komitmennya sebagai pengelola lembaga pendidikan yang menaungi lima sekolah serta penggerak Sekolah Tani Masyarakat yang memiliki LPK, LKP, dan PKBM, untuk terus mendorong inovasi kurikulum dan penguatan pembelajaran berbasis kompetensi. Upaya ini merupakan bagian dari ikhtiar panjang untuk menghadirkan pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga memberdayakan.
Pertemuan ini memberikan refleksi mendalam bahwa masa depan pendidikan tidak dapat dipisahkan dari dinamika dunia kerja. Kolaborasi, keterbukaan, dan kesediaan untuk terus belajar menjadi kunci dalam menghadapi perubahan zaman yang semakin cepat. Dialog tersebut juga menegaskan bahwa setiap insan pendidikan memiliki peran strategis sebagai agen perubahan yang menjembatani harapan generasi muda dengan kebutuhan pembangunan nasional.
Lebih dari sekadar pertemuan, momen ini menjadi pengingat bahwa langkah kecil yang dilandasi niat baik dapat membuka jalan bagi kontribusi yang lebih besar. Semangat untuk terus berkolaborasi, berinovasi, dan menghadirkan pendidikan yang relevan diharapkan dapat menginspirasi para pendidik, pengelola lembaga, serta seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama membangun ekosistem pengembangan kompetensi yang berkelanjutan.
Harapannya, sinergi antara pemerintah dan dunia pendidikan akan semakin kuat, sehingga lahir generasi yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang, beradaptasi dengan perubahan, serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.


Posting Komentar