Menyusuri Jejak Khandamah, Refleksi Perjuangan dan Kemenangan Ramadhan

Daftar Isi

 

Pada 14 Februari 2025, langkah kaki membawa saya mendaki Jabal Khandamah. Perjalanan ini bukan sekadar pendakian fisik melintas bebatuan cadas di Makkah, melainkan sebuah penelusuran jejak sejarah yang memicu adrenalin sekaligus menyentuh sisi spiritual. Sebagai salah satu puncak tertinggi yang memagari Masjidil Haram, berdiri di atas Khandamah memberikan perspektif baru tentang betapa beratnya perjuangan masa lalu. Angin kencang yang menerpa di ketinggian seolah membawa kembali ingatan pada peristiwa-peristiwa besar yang pernah terjadi di lereng-lerengnya yang curam.

Secara historis, Jabal Khandamah merupakan saksi bisu dari ketegangan yang terjadi saat peristiwa Fathul Makkah (Pembebasan Kota Makkah). Di wilayah lereng ini, sempat terjadi bentrokan kecil antara pasukan Khalid bin Walid dengan kelompok Quraisy yang dipimpin oleh Ikrimah bin Abu Jahl. Meskipun Rasulullah SAW menginginkan pembebasan tanpa tumpah darah, Khandamah menjadi garis depan yang menunjukkan bahwa kemuliaan Islam tidak diraih dengan santai, melainkan melalui keteguhan hati dan kedisiplinan tingkat tinggi para pejuang.


nampak dibelakang saya adalah Zam Zam tower, terlihat dari atas Bukit Khandamah


Menariknya, peristiwa besar Fathul Makkah tersebut terjadi pada bulan Ramadhan yang mulia. Hal ini memberikan pelajaran mendalam bahwa Ramadhan bukanlah bulan untuk bermalas-malasan atau sekadar tidur menunggu waktu berbuka. Sebaliknya, sejarah di Jabal Khandamah mengajarkan bahwa dalam kondisi berpuasa sekalipun, semangat untuk melakukan perubahan besar dan menegakkan keadilan harus tetap membara. Medan yang sulit di bukit ini menjadi metafora bagi ujian nafsu yang harus kita daki selama bulan suci.

Kunjungan tersebut, di tengah suasana menjelang Ramadhan, memberikan rasa haru yang luar biasa saat menatap Masjidil Haram dari kejauhan. Perjalanan ini mengingatkan bahwa setiap langkah menuju kebaikan, seberat apa pun medannya, akan selalu berujung pada kemenangan bagi mereka yang sabar. Jejak di Jabal Khandamah ini menjadi pengingat diri untuk menyambut bulan suci dengan tekad yang lebih kuat dan hati yang lebih jernih.


 

Posting Komentar

advertise